Senin, 30 Juni 2008

Bertemu Dinosaurus Tanpa Keluar Fulus


Libur tlah tiba turut bergema di SCTV. Liburan kali ini sebenarnya bisa dibilang kurang bersahabat. Bayangkan saja, ketika bocah-bocah dan remaja akan menyambut hari yang menyenangkan, harga bahan bakar naik. Ini sama saja menyuruh mereka berdebat sengit dengan bokap en nyokap tentang uang saku di masa liburan. Apalagi bagi anak-anak yang orangtua mereka hanya kuli panggul, sopir bajaj, tukang ojeg, atau pekerjaan non-formal lainnya.

Krisis kepercayaan terhadap orangtua itu bukan tak mungkin juga hadir di rumah para karyawan SCTV, seandainya belasan dinosaurus tak hadir di Jakarta. Ya, selama sebulan penuh SCTV mendatangkan beragam jenis dinosaurus hasil rekaan yang konon dipakai untuk seri film Jurassic Park yang terkenal itu. Summer Holiday with SCTV and Dinosaurs, demikian acara ini disebut.


Untuk bisa menyaksikan pameran makhluk zaman purba ini dipastikan sebagian besar warga Ibu Kota akan menjerit. Betapa tidak, untuk satu orang pengunjung diharuskan membayar Rp 150 ribu, tak peduli berapa tinggi badan, usia, jenis kelamin, profesi, atau nilai rapor di sekolah. Semuanya dipukul rata. Tak heran, di loket pembelian tiket, yang dipenuhi antrean adalah di bagian yang khusus menerima kartu kredit. Sebaliknya, di loket untuk pembayaran tunai terlihat sepi.

Namun, bagi karyawan SCTV nilai tiket sebesar itu tak berpengaruh, SCTV gitu lho. Bukan karena seluruh karyawan SCTV sudah makmur sentosa atau karena kenaikan gaji yang mengikuti kenaikan harga BBM. Namun, khusus bagi yang punya kartu identitas sebagai karyawan televisi Satu untuk Semua ini, masuk tak harus membayar alias gratis, khusus untuk tanggal 28 dan 29 Juni lalu.

Maka berbondong-bondonglah karyawan SCTV mendatangi arena yang terletak persis di samping Istora Senayan tersebut. Berikut beberapa suasana yang terekam kamera dari lokasi pada Minggu, 29 Juni silam.


[untuk memperbesar gambar silahkah di-klik]

Baca dulu sejarah dinosaurus dan kerabatnya sebelum melangkah ke ruang berikutnya.


Coba tebak, yang sebelah kanan itu patung atau manusia sungguhan?


Konon, nama hewan purba ini berasal dari bahasa Yunani. Dinos berarti ditakuti, sedangkan saura artinya kadal atau reptil. Jadi, dinosaurus adalah kadal atau reptil yang menakutkan.


Senyum dinosaurus memang tak ada manis-manisnya dibandingkan senyum manusia.


Salah seorang pengunjung kaget dan terharu bertemu kerabatnya dari masa lalu.


Dinosaurus jenis ini pasti paling dikenal anak-anak.


Tante dan keponakan yang biasanya suka berantem bisa saling melindungi ketika sudah berhadapan dengan dinosaurus.


Selain menyaksikan dinosaurus, pengunjung juga bisa melihat presenter tampil membacakan berita dalam Liputan 6 Petang. Syukur-syukur, sedetik atau dua detik wajah pengunjung ikut kena keker kamera, masuk tipi....., masuk tipi......


Dua pengunjung dengan bangga berpose di depan kerangka leluhur mereka.


Keluar dari lorong gelap berisi belasan dinosaurus, beragam permainan untuk anak-anak sudah menunggu.


"Kami juga bagian dari keluarga besar SCTV lho," kata dua bocah ini sumringah.


Menjelang petang keramaian tak kunjung usai.


Beragam makanan, minuman, serta hiburan siap menyambut di arena Food Park. Maaf, untuk sajian di tempat ini tak ada yang gratis. Tapi masih bersyukur karena baru saja gajian, sehingga untuk sekadar membeli minuman ringan atau keripik masih cukup. Kalau untuk es krim yang seharga Rp 20 ribu atau kerak telor seharga Rp 30 ribu, untuk sementara dilewatkan dulu.


Lelah mengitari arena, silahkan masuk ke bioskop untuk menyaksikan film dinosaurus tiga dimensi.


Namanya juga nonton gratis, jadi kalaupun punggung agak pegal karena tak bisa bersandar, mohon dimaklumi dan tahu diri.


Dengan membayar Rp 30 ribu, anak-anak juga bisa menguji nyali menantang arena flying fox. Bocah cantik ini contohnya.


Langkah pertama naik pohon, otot kaki dan tangan harus kuat.


Sepertinya bocah ini bisa mengikuti jejak Riyani Djangkaru.


"Selain cantik, adik ternyata hebat juga," puji petugas flying fox seusai sang bocah melayang di udara. Pujian yang kurang teruji ketulusannya, sebab dengan bayaran Rp 30 ribu sekali melayang, tentu akan terasa mahal tanpa ada bonus kata-kata seperti tadi.


"Tak sia-sia aku mengajarkan bermain playstation sehingga dia menjadi anak yang berani," ujar sang paman. Apa hubungannya coba?


Orangtua ikut bangga melihat keberanian sang anak, tak peduli sudah mengeluarkan uang yang sebenarnya dijatah suami untuk membeli beras esok hari.

Agaknya kedua bocah ini penggemar berat almarhum Steve "Crocodile Hunter" Irwin.


Naik kereta api ini dijamin tak akan anjlok, sebab tidak dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia.


Potret keluarga karyawan SCTV yang lelah dalam kebahagiaan.


Keluarga salah seorang karyawan SCTV ini konon datang jauh-jauh dari Lampung, hebaaattt!


Mumpung gratis, mulai dari adik, kakak, orangtua, sepupu, keponakan, tetangga, mertua, adik dan kakak ipar, sampai pacar ikut diajak. Kalau harus bayar, sudah melayang gaji sebulan tuh...

Tidak ada komentar: